Posts

Benarkah “Elimar” Karya Vincent van Gogh?

Image
Dialihbahasakan oleh Kuss Indarto LMI International, sebuah lembaga riset seni yang berbasis di New York, berjuang keras mempertahankan pendapatnya menyusul reaksi keras yang dihadapinya bulan Februari lalu setelah mengklaim sebuah lukisan berjudul Elimar. Lukisan yang dibeli di garage sale (cuci gudang) di Minnesota, Amerika Serikat seharga $ 50 tersebut diklaim sebagai karya Vincent van Gogh yang telah lama hilang. Lembaga tersebut diduga telah menghabiskan dana sebesar $ 30.000 untuk melakukan analisis teknologi tinggi, hingga kemudian menetapkan (secara sepihak) bahwa lukisan Elimar dibuat pada tahun 1889, serta mengatakan kalau estimasi harganya bernilai $15 juta. Di sisi lain, beberapa pakar lukisan spesialis van Gogh berpendapat bahwa karya tersebut dilukis oleh seorang seniman berkebangsaan Denmark abad ke-20 yang kurang populer dan bernama Henning Elimar. Seniman ini meninggal pada tahun 1989. Para pakar yang menolak klaim tersebut adalah Wouter van der Veen, seorang spesialis...

Ai Weiwei 2: Ai Weiwei tentang Kebebasan, 'Perjamuan Terakhir', dan Geopolitik Lego

Image
Dialihbahasakan oleh Kuss Indarto Ai Weiwei tak sekadar salah satu seniman paling masyhur di China, namun juga seniman yang mampu menunjukkan ambivalensi keterbukaan negara Tirai Bambu itu kepada dunia. Potensi kerawanan Ai untuk berbicara kebenaran kepada kekuasaan hadir seperti biasa dalam pameran “Know Thyself” (14 September 2023-30 Maret 2024) di galeri Berlin Neugerriemschneider. Pameran ini mendahului pertunjukan “In Search of Humanity” (30 September 2023-3 Maret 2024) di Kunsthal Rotterdam. Lahir di Beijing pada tahun 1957, Ai baru berusia satu tahun ketika ayahnya, penyair Ai Qing, dikirim ke kamp kerja paksa di Heilongjiang sebagai bagian dari Gerakan Anti-Sayap Kanan. Keluarganya diasingkan ke Xinjiang pada tahun 1961 di mana Ai Qing disuruh membersihkan toilet, hingga Ketua Mao Zedong meninggal pada tahun 1976. Kematian Mao itu mengakhiri Revolusi Kebudayaan di China. Ai belajar animasi di Akademi Film Beijing sebelum bergabung dengan Stars Art group, kekuatan dasar dalam se...

Ai Weiwei (1): Benda Sehari-hari yang Mengungkapkan Kebenaran

Image
Saat pameran tunggalnya di Museum Desain London dibuka 7 April 2023, perupa masyhur China ini berbicara tentang penjara, solusi, dan memahami dunia. "Hanya dalam kesulitan kita dapat menemukan cara untuk memecahkan masalah," katanya kepada Precious Adesina dari BBC (British Broadcasting Corporation). Kala itu Ai menghelat pameran tunggal yang bertajuk “Ai Weiwei: Making Sense”. Ai Weiwei adalah salah satu perupa paling kondang saat ini. Namun ketika dia ditanya tentang keinginannya pertama kali menjadi seniman, dia menjawab: "Apakah saya benar-benar ingin menjadi seorang seniman? Saya masih ragu-ragu." Bagi siapa pun yang telah mengikuti karier seniman dan aktivis kontemporer Tiongkok ini selama 45 tahun, tanggapan seperti itu tidak mengejutkan. Sementara Ai telah menghabiskan beberapa dasawarsa menabrak batas-batas standar definisi seni, mempertanyakan praktik beberapa institusi, dan mengedepankan isu-isu sosial, dia juga selalu menawarkan provokasi dan rasa humor....

Maria Madeira, Perupa Timor Leste Pertama di Venice Biennale: “Saya Selalu Memikirkan Dunia yang Lebih Baik”

Image
Dialihbahasakan oleh Kuss Indarto Venice Biennale 2024 telah berlalu. Perhelatan besar seni rupa dua tahunan itu berlangsung 20 April hingga 24 November 2024. Di forum itu, untuk pertama kalinya seniman negara tetangga Indonesia, Timor Leste, mendapat tempat di biennale seni rupa tertua di dunia tersebut. Perupa Timor Leste yang mendapat panggung terhormat itu adalah Maria Madeir. Karya-karyanya banyak  mengungkapkan  problem sejarah yang menyakitkan bagi masyarakat Timor, terutama kaum perempuan. Madeira salah satu perupa kontemporer terkemuka di Timor-Leste yang mewakili negaranya di Venice Biennale ke-60 tahun 2024. Karyanya di paviliun Timor Leste dikurasi oleh Natalie King. Perempuan kelahiran tahun 1969 ini mengetengahkan karya seni instalasi berjudul Kiss and Don't Tell . Karya ini menampilkan ruangan yang terdiri dari 25 panel lukisan yang ditambatkan oleh gumpalan tanah merah dan ditaburi sirih pinang yang disemprotkan langsung dari mulut sang seniman. Tanda lipstik s...

Marina Abramović: Seni Tidak Harus Indah, Tapi Harus Menampilkan Sesuatu yang Lain

Image
alihbahasa: Kuss Indarto Perupa Marina Abramović tahun 2025 ini telah memasuki usia 78 tahun.Sekurang-kurangnya 16 penghargaan berlevel internasional direngkuhnya, mulai dari Golden Lion dari Venice Biennale, Italia, tahun 1997 hingga Sonning Prize (Denmark) tahun 2023. Juga ada setidaknya 14 judul buku yang ditulisnya sendiri, berkolaborasi, atau tentang dirinya.  Ya, perempuan kelahiran Serbia, 30 November 1946 ini adalah bintang perupa yang menggeluti seni rupa konseptual dan performance art (seni rupa pertunjukan). Dia banyak mengeksplorasi tubuh sebagai bagian penting karya-karyanya yang telah dikreasinya selama lebih dari empat dasawarsa. Marina menjadi salah satu perupa yang memelopori gagasan baru tentang identitas dengan melibatkan partisipasi penonton, dengan fokus untuk "mengonfrontasi rasa sakit, darah, dan batasan fisik tubuh". Tahun 2023 lalu menandai puncak karier Marina Abramović, yang menjadi perupa perempuan pertama yang mengadakan pameran retrospektif di ru...

Vandalisme Seni, Sebuah Tragedi atau Kolaborasi?

Image
Jagat seni rupa dunia heboh. Dalam rentang waktu sekitar 6 bulan, yakni antara akhir Mei hingga minggu ketiga November 2022, ada 10 kali percobaan perusakan karya seni. (Angka ini bisa berubah lebih banyak lagi karena ada pemberitaan yang kurang meluas). Ini tidak main-main karena melibatkan karya-karya lukis para maestro kelas dunia dan lokasi peristiwanya terjadi di situs seni kelas dunia.   Kasus pertama terjadi di Museum Louvre, Paris, Prancis, sebuah museum besar dengan pengunjung terbanyak di dunia. Di situ, pada hari Minggu, 29 Mei 2022 ada seorang laki-laki berusia 36 tahun yang menyamar jadi seorang nenek tua yang duduk di atas kursi roda. Lalu dia melempar kue ke lukisan paling populer di dunia, yakni Monalisa karya Leonardo da Vinci. Orang itu diduga aktivis lingkungan. Lukisan selamat karena Monalisa dilindungi oleh kaca pengaman yang bahkan antipeluru.   Kasus kedua pada Minggu, 9 Oktober di National Gallery of Victoria (NGV), Melbourne, Australia. Lukisan Pablo P...