Posts

Showing posts with the label 2016

Bhumibol Mangkat

Image
SIANG itu, tujuh tahun silam, persisnya awal Desember 2009 saya berdua dengan pak Tubagus Andre (kepala Galeri Nasional Indonesia) naik tuk-tuk —salah satu moda transportasi lokal—menuju BCC (Bangkok Culture Center) di pusat kota Bangkok. Kami bertolak dari hotel mungil di Jalan Rambuttri yang banyak turis back packer- an, tak jauh dari Jalan Khaosan yang jauh lebih riuh dengan turis back packer- an dari seluruh dunia. Perjalanan cukup meriah karena deru mesin tuktuk yang keras, bahkan cukup memekakkan telinga. Maka, dialog kami dengan sopir tuk-tuk yang ramah itu harus diungkapkan dengan setengah berteriak biar suara masuk ke telinga. Bahasa Inggris kami bertiga juga tidak fasih-fasih amat, sehingga itulah yang membuat komunikasi jadi seru karena gesture tubuh, terutama tangan, melengkapi baku dialog. Pada suatu kelokan jalan yang lebar dan cukup sepi, tiba-tiba sang sopir berteriak sambil menoleh ke arah kami: “Down your hat! Down your hat! Down your hat!” Bajigur!...

Menyegarkan Aura Festival

Oleh Kuss Indarto   Festival Kesenian Yogyakarta atau FKY datang lagi untuk ke-28 kalinya. Selama hampir tiga dasawarsa terakhir perhelatan seni dan budaya ini turut mengiringi perjalanan dan dinamika kebudayaan, khususnya di jagat kesenian di lingkungan propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Beragam persoalan kesenian yang bisa terwaliki dalam perjalanan perhelatan kesenian tersebut. Ada masanya ketika penguasa Orde Baru di bawah rezim Soeharto secara langsung atau tak langsung memberlakukan “politik perizinan” yang represif dalam segala lini, termasuk dalam dunia seni. Ini berlangsung mulai awal mulainya FKY hingga tahun 1998 saat pemerintahan Soeharto jatuh. Maka, tak heran bila panitia pun—secara konseptual dan teknis—memberlakukan self-cencorship atau aksi antisipatif dengan menyensor materi karya seni yang berkemungkinan akan “meresahkan masyarakat”. Standar “meresahkan masyarakat” itu tentu banyak berasal dari jaring-jaring birokrasi yang menjadi salah satu ...