Posts

Showing posts with the label majalah Mata Jendela

"Monumen"

Image
NYARIS tiap kota atau kawasan di dunia—termasuk di Indonesia—berambisi memiliki identitas yang melekat. Identitas itu bisa beragam, dari yang tangible dan intangible. Keberadaan identitas itu bertalian dengan kekuasaan, baik langsung atau tak langsung. Kita paham, setiap kekuasaan membutuhkan media untuk merepresentasikan kekuasaannya. Dan bentuk-bentuk dari identitas itu—dalam konteks perbincangan ini—menjadi simbol kota atau kawasan yang koheren sebagai salah satu media yang digunakan untuk kepentingan kekuasaan tersebut. Simbol kota juga menjadi perangkat untuk melihat relasi sosial dalam masyarakat. Pada umumnya, simbol dapat dipahami sebagai sesuatu yang bisa memberikan narasi tertentu atas sesuatu hal yang berkaitan dengan kota atau kawasan tertentu. Dalam Patches of Padang: The History of an Indonesia Town in the Twentieth Century and the Use of Urban Space (1994), Freek Colombijn mendefinisikan simbol sebagai sebuah perwujudan dengan makna tertentu yang dilek...

Yogya dan Mimpi Film Indonesia

Image
Foto: Suasana syuting film "Siti" oleh kru Fourcolour Films di pantai Parangkusumo, Yogyakarta   HINGGA pertengahan tahun 2016, menurut data dari www.liputan6.com , jumlah penonton film Indonesia (bukan semua film yang beredar di Indonesia!) telah mencapai angka 11 juta penonton. Ini jauh melonjak ketimbang 15-10 tahun lalu. Tahun 2000 film kita hanya ditonton oleh 1,8 juta orang, tahun 2001 (0,6 juta), 2002 (4,3 juta), 2003 (4,7 juta), 2004 (6 juta), 2005 (8,7 juta) dan 2006 (10 juta). Lonjakan angka ini memuat makna yang beragam. Kita bisa beranggapan bahwa film Indonesia telah kembali menemukan kekariban dengan masyarakat penontonnya sendiri—mengalahkan, atau mampu setidaknya bersaing keras dengan minat terhadap film-film mancanegara yang beredar di sini. Market share film Indonesia hingga medio tahun ini sebanyak 30% dibanding film asing yang masing mendominasi hingga 70%. Anggapan lain bisa dikemukakan pula kalau angka tersebut mengisyaratkan bahwa sekarang...

Kota, Ruang, dan Landasannya

Image
Potongan pemandangan kota Dubai. Oleh Kuss Indarto PADA bulan Juli 2008 lalu, dalam kongres IUA (International Union of Architects) yang berlangsung di kota Torino, Italia, seorang arsitek berkelas internasional, Peter Eisenman memberikan sebuah ceramah yang mengesankan. Dari pemaparan panjang itu—seperti yang bisa dikutip dari buku “Mengubah Dunia Bareng-bareng” (2015) yang ditulis oleh Ridwan Kamil (walikota Bandung) dan Irfan Amalee—ada setidaknya 6 (enam) poin penting yang berkaitan dengan problem arsitektur kontemporer.   Pertama , kita diingatkan bahwa dunia sedang dalam krisis diskursus arsitektur. Eisenman menyebut bahwa “saat ini kita berada dalam dasawarsa yang tidak menawarkan nilai baru”. Yang ada hanyalah lateness atau kebaruan demi kebaruan geometri arsitektur yang berubah secara periodik, baik tahunan, bulanan, atau mingguan. Tak ada kegairahan pada perdebatan arsitektur dunia, seperti halnya ketika arsitektur modern bergeser ke post-modern , a...

Ide Bukan dari Langit

Image
  Oleh Kuss Indarto (Catatan ini merupakan editorial untuk majalah seni budaya Mata Jendela , terbitan Taman Budaya Yogyakarta, edisi No. 4/2014)   DALAM catatannya yang termuat dalam buku “15 Years Cemeti Art House: Exploring Vacuum” (2003, p. 190-192), Gerrit Willems, Direktur Centrum Beeldende Kust Dordrecht (Pusat Seni Rupa di kota Dordrecht, Belanda) mencoba memberi garis perbandingan antara kerja ilmiah seorang ilmuwan dan kerja kreatif seniman. Petikannya antara lain adalah sebagai berikut: “… Meski boleh dikata seniman dan ilmuwan sama-sama memiliki sikap eksploratif dan energi kreatif yang dapat mereka daya gunakan, seni tetap saja bukan ilmu. Berbeda dengan eksperimen kesenian, eksperimen keilmuan ialah suatu uji (tes) yang sistematis dan terkendali, dengan sasaran yang jelas dan sudah tertentu. Di suatu laboratorium, kondisi-kondisi (baca: syarat-syarat) selalu dikontrol dengan ketat cermat. Riset sosiologis bekerja dengan melibatkan kelompok kontrol...