Posts

Showing posts with the label Joko Gundul Sulistiono

Apa Ide dan Karyaku Berikutnya?

Oleh Kuss Indarto DALAM sebuah kesempatan wawancara, seniman besar Spanyol, Pablo Ruiz Picasso ditanya oleh wartawan: “Dari semua karya yang telah diciptakan, manakah masterpiece (karya puncak) Anda?” Dengan ringan Picasso menjawab bahwa masterpiece-nya adalah karya yang akan dibuatnya besok. Ternyata pertanyaan itu tidak dilontarkan hanya sekali oleh jurnalis, kawan, serta pecinta karya-karyanya. Dan jawaban perupa besar kelahiran Malaga, Spanyol itu juga serupa: “Masterpiece saya adalah karya yang akan saya buat besok!” Begitu seterusnya. Picasso tidak pernah menyebutkan secara definitif karya besarnya.           Namun, di seberang itu, sejarah mencatat kalau sebagian besar para kritikus dan pengamat seni telah bersepakat menentukan bahwa lukisan “Guernica” adalah masterpiece Pablo Picasso. Karya lukisan yang saat ini disimpan di Museo Nacional Centro de Arte Reina SofĂ­a, Madrid, Spanyol tersebut memang terbilang berukuran kolosal, yakni 34...

Hip! Hip! Hero!

Image
Portrait of Joko 'Gundul' Sulistiono (up) and Priyaris Munandar. By Kuss Indarto Every hero becomes a bore at last. Ralph Waldo Emerson (1803-1882) [one] So much has been depicted in visual narratives about heroes and heroism on the canvases of the artists of the world. Including the artists in Indonesia. From the masters of the modern art movements to what is called contemporary in Indonesia, the public has become familiar with this theme. One of the “classic” works of a phenomenal nature is the painting “The Arrest of Dipanegara” (112 x 178 cm), the work of Raden Saleh Syarief Bustaman. This painting, made in 1857, was done in response to as well as an anti-thesis of the work of a Dutch artist, Nicolaas Pieneman (1809-1860), that was done twenty seven years previously, in 1830, titled “The Submission of Diepo Negoro to Lt. Gen. H.M. de Kock, 28 March 1830 (75 x 98 cm). Apart from the assumption that Raden Saleh’s painting was considered to be in “defense of th...

Joko “Gundul” Sulistiono: Menyangkal dari Stereotyping Robot

Image
Joko "Gundul" (kanan) bersama Priyaris Munandar saling melukis tubuh mereka untuk persiapan pameran Hip! Hip! Hero!, 6 Juni 2010 di Galeri Apik, Jakarta. MANUSIA BARU (140 x 190 cm, mixed media, 2000). Itulah karya yang menjadi tonggak penting bagi perjalanan kreatif Joko “Gundul” Sulistiono. Lewat lukisan tersebut, seniman berperawakan mungil ini bagai memuntahkan magma kreatif yang seolah bertahun-tahun terpendam di balik tubuh dan lupa. Ya, bahkan Joko sendiri juga sahabat-sahabat dekatnya barangkali lupa bahwa dirinya memiliki potensi besar untuk melahirkan karya penting. Setidaknya penting bagi perjalanan kreatif dirinya. Lukisan kolase (collage) itu menemukan momentum yang tepat pada perhelatan Indonesia Art Award (IAA) 2000 yang waktu itu masih disponsori oleh Philip Morris Group. Manusia Baru tidak sekadar masuk menjadi finalis (70 Besar), namun bahkan terpilih menjadi 10 Besar Karya Terbaik. Waktu itu, Tim Juri (yang terdiri dari M. Dwi Marianto, Sulebar Soek...