Posts

Showing posts with the label National Gallery Singapore

Lukisan Order Raden Saleh

Image
“Javanese Temple in Ruins” (Reruntuhan Candi Jawa) yang dilukis oleh Raden Saleh Syarief Boestaman tahun 1860.   Saya terpaku cukup lama di depan lukisan ini: “Javanese Temple in Ruins” (Reruntuhan Candi Jawa). Lukisan karya Raden Saleh Syarief Boestaman ini berukuran 105,4 x 187 cm, dibuat tahun 1860. Banyak hal yang membuat saya terpaku di situ, di National Gallery Singapore, akhir Januari lalu. Pertama, lukisan ini eksotik. Dilukis saat Raden Saleh berusia 49 tahun, memperlihatkan kematangannya sebagai pelukis, apalagi setelah bertahun-tahun berproses di Eropa. Karya ini tergarap detil, terlihat pengaruh guru lukis lanskapnya, Andreas Schelfhout—begitu kuat. Pun dengan pencahayaannya yang seolah dibuat dengan kesadaran ketika hidup di Eropa: langit dan tanah yang temaram meski bayang-bayang benda menunjukkan suasana tengah hari. Ini tak lepas dari pengaruh para seniman Perancis yang dikaguminya, Horace Vernet dan Eugene Delacroix. Kedua, lukisan ini nyaris tidak bany...

Saleh dan Luna

Image
Menengok karya-karya Sang Pemula dari Philipina, Juan Luna de San Pedro y Novicio. Juan hidup hampir satu generasi setelah Sang Pemula dari Indonesia, Raden Saleh Syarief Boestaman. Raden Saleh hidup antara 1811 dan wafat tahun 1880 ketika berusia 69 tahun. Sementara Juan Luna lahir tahun 1857 dan meninggal karena serangan jantung di usia 42 pada tahun 1899. Karya-karya dahsyat keduanya tengah dipamerkan di National Gallery Singapore, 16 Nov 2017 hingga 11 Maret 2018. Ada ban yak hal yang bisa dipelajari dari dua tokoh ini. Misalnya tentang hasrat untuk memajukan diri dengan terus belajar. Raden Saleh studi seni rupa di Belanda dan Jerman. Juan Luna belajar di Spanyol dan Italia. Di sisi lain, Raden Saleh dianggap sebagai priyayi yang akomodatif terhadap kepentingan negeri penjajahnya, Belanda. Tapi anggapan itu bisa luntur ketika dia melukis "Penangkapan Diponegoro" yang secara simbolik memberi perlawanan kultural terhadap Belanda. Sedang Juan Luna y...