Posts

Showing posts with the label Balai Budaya Jakarta - Priyaris Munandar - Agus YK Priyono - Dedeo Wahyu Widayat

From Industrial Toward Personal

Image
By Kuss Indarto The pyroclastic storm at the temperature of 600 degrees Celcius, last October 2010, threatened to destroy so many forest and villages south and west of Merapi Volcano, Yogyakarta. The big wave of pyroclastic, part of the eruption of Merapi, climaxed till the night of November 4, 2010, when a big boom was heard, ripping the anatomy of the world’s most active volcano. This has been the worst eruption since the year 1872. The material blown out of the volcano’s stomach has been estimated to reach 140 million cubic meters. Wedhus gembel, the local phrase for pyroclastic, continued to expand its reach, destroying villages at the speed of 300 km/hour taking treasures and lives. From about 150 deaths, there was Mas Panewu Surakso Hargo, or more well known as Mbah Maridjan, the key keeper of Merapi and abdi dalem (courtier of) Kraton Ngayogyakarto Hadiningrat, died at the age of 83 after staying in his house, refusing to evacuate because of a belief : that he must be ...

Pameran Energi 3

Image
by : Sjifa Amori (Tulisan ini telah dimuat di harian Jurnal Nasional , 11 Apr 2010) Ada tiga orang seniman terlibat dalam pameran Energi 3 di Balai Budaya Jakarta -dibuka Sabtu (27/3) lalu. Tiga perupa ini; Priyaris Munandar, Agus YK Priyono, dan Dedeo Wahyu Widayat, berkolaborasi justru dengan modal perbedaan, bukan oleh persamaan. Gejala tersebut, menurut kurator pameran Kuss Indarto, kentara dari visualitas pada tiap kanvas trio ini. Agus YK Priyono, Priyaris Munandar, dan Dedeo Wahyu Widayat, masing-masing mengemukakan minat, karakter, dan kecenderungan visual yang berbeda. Semuanya punya bekal dan "tradisi" kreatif yang relatif berlainan satu sama lain. Dalam perhelatan pameran seni rupa seperti yang tengah berkembang dewasa ini, "agenda keseragaman dan penyeragaman" seolah justru menjadi titik tumpu untuk mempertautkan sebuah pameran kolektif. Apalagi dalam perkembangan paling mutakhir ketika tema kuratorial menjadi titik acu bagi seniman dalam sebua...

Melacak Pergeseran Tiga Perupa

Image
Tarian Anak Bangsa, lukisan karya Priyaris Munandar. (Catatan di bawah ini untuk menyertai pameran Energi 3: Priyaris Munandar, Agus YK Priyono, dan Dedeo Wahyu Widayat a.k.a. Yoan di Balai Budaya Jakarta yang dibuka 27 Maret 2010) Oleh Kuss Indarto TIGA perupa yang tengah berpameran ini berkolaborasi dengan modal perbedaan. Bukan disatukan oleh banyak persamaan. Setidaknya, gejala tersebut kentara dari segenap visualitas pada tiap kanvas trio ini. Agus YK. Priyono, Priyaris Munandar, dan Dedeo Wahyu Widayat, masing-masing mengemukakan minat, karakter, dan kecenderungan visual yang berbeda. Semuanya punya bekal dan “tradisi” kreatif yang relatif berlainan satu sama lain dengan membopong keyakinan sendiri-sendiri. Dalam sebuah perhelatan pameran seni rupa seperti yang tengah berkembang dewasa ini, “agenda keseragaman dan penyeragaman” seolah justru menjadi titik tumpu untuk mempertautkan sebuah pameran kolektif. Apalagi dalam perkembangan paling mutakhir ketika tema kuratorial menjadi ...