Asia yang Terus Membaca Dirinya
Karya Laksmi Shitaresmi yang telah dipamerkan di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, 2013. (Foto: kuss indarto) Oleh Kuss Indarto (Tulisan ini telah dimuat di harian Kedaulatan Rakyat, Yogyakarta, Minggu Pon, 3 Februari 2013) Kebangkitan seni rupa Asia semakin menemukan momentum yang tepat setidaknya dalam 5 tahun terakhir, meski telah dirasakan denyutnya dalam satu dasawarsa belakangan. Terengah-engahnya kondisi perekonomian di Amerika Serikat dan Eropa akhir-akhir ini memberi tambahan penegasan lebih lanjut bahwa benua-benua tua itu lambat laun akan melepaskan “mahkota” dominasinya atas kuasa seni rupa dunia. Secuil data-data kuantitatif bisa dirujuk untuk memberi tengara atas fenomena tersebut. Sebuah lembaga informasi dan riset pasar seni rupa dunia yang berkedudukan di Paris, Artprice , awal Januari 2013 mengeluarkan sebuah data menarik perihal perkembangan pasar seni. Data-data itu merupakan hasil pencatatan selama setahun, mulai triwulan akhir 2011 hingga...