Posts

Bean

Image
DALAM sebuah wawancara yang cukup panjang dengan Nickolas Baume pada tahun 2008, perupa Anish Kapoor menyatakan bahwa “artist don’t make objects. Artist make mythologies”. Seniman bukan (sekadar) membuat objek karya seni, namun juga menciptakan mitologi. Hasil wawancara—yang dimuat dalam katalog pameran tunggal Kapoor di ICA, Boston, Amerika Serikat tahun 2008, bertajuk “Anish Kapoor: Past, Present, Future”— itu mengisyaratkan kegelisahannya sebagai seorang seniman yang ingin melakukan lompatan besar dalam proses kreatifnya. Juga ingin keluar dari arus utama (mainstream) dalam dunia seni patung dan menciptakan karya melewati cara berpikir out of the box. Latar belakangnya bisa sedikit dilacak bahwa dia berasal dari India, lalu berkehendak untuk masuk di akademi seni rupa di London, Inggris, dan ingin menjadi seniman berlevel dunia. Tentu bukan perkara mudah ketika seniman Asia ingin merangsek ke jenjang penting seni rupa dunia karena Barat juga tetap punya kepentinga...

Turis Manca

Berapa jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia dalam 7 tahun terakhir? Tahun 2010 = 7,00 juta tahun 2011 = 7,65 juta Tahun 2012 = 8,04 juta Tahun 2013 = 8,80 juta Tahun 2014 = 9,44 juta Tahun 2015 = 10,41 juta Tahun 2016 = 11,52 juta Apa yang bisa dibaca? Selama masa pemerintahan SBY, kenaikan jumlah wisatawan asing tiap tahun di bawah 10%. Sementara sejak masa Jokowi naik di atas 10%. Jumlah dan persentasenya bisa kian melonjak kalau bandara-bandara baru berskala internasional sudah jadi dan melayani rute internasional. Dunia seni (rupa) juga bisa ikut berperan atau mengambil peluang dari fakta ini. Misalnya dengan menghelat peristiwa seni di banyak kota di Indonesia yang berskala internasional. Ini lebih konkret dan kontributif daripada ribut soal agama yang dipolitisasi, misalnya. Mari bergerak! ***

Cium Kaki

Image
Perupa Heri Dono dengan takzim mencium kaki kiri perupa Tisna Sanjaya. Tisna cukup kaget, lalu dengan segera menangkupkan kedua tangan di depan dadanya. Adegan ini terjadi di Breeze Art Space, BSD, Tangerang, ketika Tisna melakukan performance art yang melibatkan Heri Dono. Tisna menyiapkan setengah toples air yang digunakannya untuk menyuci kaki kiri Heri Dono. Lalu, sebaliknya, setengah toples air yang lain dipakai oleh Heri Dono untuk menyuci kaki kiri Tisna. Sejimpit air hasil cucian kaki itu dicipratkan ke atas kanvas. Lalu, tiga jenis serbuk disebarkan di atas kanvas yang basah oleh air basuhan kaki. Ada serbuk kunyit atau kunir, serbuk ketumbar, dan serbuk hasil bakaran buku. Hasilnya seperti tampak dalam foto.   Performance art seperti telah dilakukan oleh Tisna beberapa kali dengan melibatkan banyak orang yang terpilih oleh seniman yang juga dosen FSR ITB ini. Orang penting yang diajaknya untuk performance art ini adalah ibunya sendiri. Ya, surga berada...

Kuda

Image
Equus Caballus atau kuda menjadi satwa yang menarik perhatian bagi perupa Operasi Rachman Muchamad . Kuda Sumbawa, kali ini menjadi pilihannya untuk dimuntahkan dalam kanvas. Seperti ada derap kaki dan tubuh kuda yang melesat kencang dalam karya ini, dari arah kiri ke kanan. Namun perupa kelahiran Jember, Jawa Timur ini tidak membuat visualisasi kuda yang rinci dengan penuh kecermatan. Cipratan beragam warna yang kaya dihempaskan (seperti) penuh emosi—dan aristik hasilnya. Ada yang mengotakkan corak karya seperti ini sebagai abstrak figuratif atau abstrak morfik karena seniman menyisakan citra benda atau sosok yang bisa ditemui dalam alam nyata yang rasional. Sementara dalam “Painting Today” (2014), kritikus Tony Godfrey menyebutnya sebagai “ambiguous abstract”. Seniman seolah mencoba mengulang-alik kesadarannya dalam menghadapi subyek karyanya antara kelebat fantasi, sublimasi atas fakta-fakta, atau bangunan “dunia baru” yang datang mengalir dari rasa dan logika senim...

Cita-cita

(Status Facebook pada 29 Januari 2015) Malam itu, sekitar tiga puluhan tahun lalu, aku menguping pembicaraan ayah dan dua tetanggaku (sebut saja J dan K) yang datang “ngendhong” (menamu) untuk sebuah keperluan. Sebagai orang/keluarga yang baru pindah dari kota, ayahku dianggap oleh tetangga punya secuil pengalaman yang berbeda sehingga perlu untuk berbagi. Tapi, kukira, itu juga lebih karena karakter tetangga kami di dusun yang lebih toleran, semanak, dan ingin menjaga silaturahmi, sehingga praktik bertetangga menjadi penuh kekeluargaan. Dua tamu ayahku tadi semuanya berusia sekitar 27 tahun dan sudah menikah (muda) dengan masing-masing memiliki dua orang anak (mereka, kelak sama-sama punya 5 orang anak). Mereka hidup dalam belitan ekonomi keluarga yang pas-pasan karena hanya menjadi petani penggarap tanpa memiliki lahan sendiri. Latar pendidikan yang dilakoninya hanya sampai tamat SMP. Tanah warisan sebetulnya punya meski tak seberapa (seperti pengakuan mereka), tap...

Lelaku: Menggali Rasa

Image
Salah satu karya S.Priadi atau Supriadi yang dipajang dalam pameran "Lelaku: Menggali Rasa" Oleh Kuss Indarto   (Catatan ini telah dimuat dalam katalog pameran tunggal S.Priadi, "Lelaku: Menggali Rasa", di Taman Budaya Yogyakarta, 14-24 Januari 2017 ) SUPRIYADI atau S. Priadi, saya kira, sedang masuk dalam fase yang penting pada perjalanan kesenirupaannya. Bagi sebagian seniman, pameran tunggal adalah momentum untuk menunjukkan setidaknya dua hal mendasar. Pertama , kepada publik atau masyarakat seni yang menopangnya, ini menjadi forum bagi seniman untuk melakukan “absensi diri” bahwa dirinya masih atau pantas masuk sebagai bagian dari seniman yang aktif. Ini problem eksistensi(al) yang memang selayaknya harus terus diketengahkan kepada publik. Bukan sekadar eksistensi personal, namun lebih pada eksistensi yang bertumbuh dari pencapaian kekaryaan. Eksistensial yang dilambari oleh problem estetik. Dari problem eksistensial ini kelak akan dibaca oleh publik d...

Filantropi(sme) Lewat Seni

Image
Lukisan karya Godek Mintorogo Lukisan karya Oetje Lamno   Oleh   Kuss Indarto (Catatan ini dimuat dalam katalog pameran amal (charity exhibition) "Seni untuk Kemanusiaan" yang diselenggarakan oleh YAKKUM di Museum Affandi, 20-24 Januari 2017) Dalam pandangan yang sudah sangat klasik, fungsi seni rupa itu ada dua hal besar, yakni (1) fungsi personal atau individual, dan (2) fungsi sosial. Fungsi individual merupakan fungsi seni rupa yang hanya dapat dinikmati oleh para kreator karya seni rupa itu sendiri, yakni para seniman. Pada konteks fungsi individual ini pun bisa dibedah lagi dalam dua perkara, yakni sebagai pemenuhan kebutuhan fisik  dan sebagai pemenuhan kebutuhan emosional .  Untuk kebutuhan fisik, kita paham bahwa manusia adalah mahluk yang memiliki banyak kebutuhan, salah satunya adalah kebutuhan fisik. Dalam hal ini, seni rupa terapan (applied art) yang menjadi salah satu pengembangan cabang seni berdasar kegunaannya dapat memenuhi keb...