Posts

Tembok Besar Sensasi?

Image
Oleh Kuss Indarto , www.indonesiaartnews.or.id BRIGHTON Fringe Festival 2011 menuai secuil kontroversi. Festival seni yang digelar secara rutin tiap tahun sejak 1967 di kota Brighton, Inggris itu, pada perhelatan kali ini, antara lain, menggelar karya seniman Jamie McCartney bertajuk The Great Wall of Vagina . Karya tersebut dipertontonkan kepada publik antara tanggal 6 hingga 31 Mei 2011 di Jamie McCartney Patung Studios, 7 Kapal Street Gardens, Brighton, sebagai bagian dari Brighton Fringe Festival. Secara visual, karya McCartney mengeksposisikan rangkaian body cast (cetakan tubuh yang dibuat karya tiga dimensi), khususnya pada bagian, maaf, alat kelamin perempuan alias vagina. “Potongan” permukaan vagina itu dicetak dengan gips sesuai bentuk aslinya karena dilakukan lewat teknik pematungan body cast. Namun vagina itu diberi warna putih, bukan sesuai dengan warna kulit aslinya, untuk memberi penyeragaman yang dirasanya lebih artistik. Titik menariknya, seniman lulusan Westminster Sc...

Pameran Nusantara Munculkan Nama-nama Baru

Image
Oleh Kuss Indarto GALERI Nasional Indonesia (GNI) telah mengeluarkan pengumuman tentang perupa peserta Pameran Seni Rupa Nusantara 2011 yang kali ini bertajuk kuratorial “Imaji Ornamen”. Ada 153 perupa peserta, 139 nama perupa dijaring dari hasil seleksi, dan 14 lainnya berdasarkan undangan khusus dari kurator. Hasil seleksi ini telah menyisihkan sekitar 500-an lebih proposal yang masuk ke panitia. Angka 500-an ini sedikit relatif menurun dibanding perhelatan serupa dua tahun sebelumnya yang menyentuh angka lebih dari 600 proposal. Kenyataan ini diduga oleh beberapa sebab, misalnya penyebaran informasi tentang pameran ini yang kurang merata, mepetnya rentang waktu antara pengumuman hingga deadline pengajuan proposal, hingga dimungkinkan karena adanya kompetisi seni rupa yang memberi iming-iming hadiah uang yang besar. Ini jelas tak terelakkan, di samping juga dimungkinkan adanya pelemahan etos “berkompetisi” secara langsung seperti ini bagi seniman yang merasa telah sedikit ...

Kasus Penghilangan Artefak di JNM Stagnan

Image
Kitab suci Al Quran, salah satu artefak yang menjadi karya seni instalasi dalam pameran amal "Jogja Gumregah". Al Quran ini juga dihilangkan oleh pihak Jogja National Museum, yang diduga atas perintah menantu Sultan Hamengkubowono X, KPH Wironegoro alias Niko. KASUS penggelapan artefak Merapi yang diduga kuat dihilangkan oleh Jogja National Museum (JNM), tampaknya hendak dihentikan oleh kekuatan kuasa politik dan uang di Yogyakarta. Demikian dugaan awal dari Kolonel (purn.) H. Totok Sudarto dalam perbincangannya dengan Indonesia Art News. Pernyataan ini diungkapkan oleh Totok seusai bertandang ke Polda DIY, Rabu siang (30/3/2011). Ini adalah kesempatan kesekian kalinya Totok bertandang ke kepolisian setelah pihak kepolisian relatif kurang responsif merampungan laporan. Hari itu, sebagai ketua umum JAS (Jogja Art Share), Totok mendatangi Polda DIY untuk menyelesaikan BAP (Berita Acara Pemeriksaan) yang telah tertunda sekian minggu. Dalam proses pembuatan BAP, Totok b...

Seniman adalah Intelektual

Image
Seniman adalah Intelektual Oleh Kuss Indarto DALAM konsep dan pemahaman yang konservatif, seorang seniman diidealkan bekerja dengan tiga hal mendasar, yakni 3-H: Head, Heart, Hand. Kepala, hati dan tangan. Dengan head atau kepala, diasumsikan secara jelas bahwa kerja kreatif seorang seniman selalu didahului oleh berbagai soal yang kemudian disarikan atau dimasukan dengan memberi peran otak atau rasionalitas. Letak otak ada dalam kepala. Dan rasionalitas bekerja sebagai mahkota untuk memikirkan secara konseptual tentang karya kreatif apa yang hendak dilahirkan. Kedua, heart. Ini menyangkut rasa, yang berkait dengan problem sensibilitas, kemampuan untuk memiliki kepekaan dalam menangkap sinyal-sinyal kreatif. Dalam seni, beberapa teori justru memberi penekanan yang lebih atas dominasi kepekaan rasa untuk melahirkan sebuah karya kreatif. Di konteks ini, persoalan nilai-nilai juga mengemuka. Dan ketiga, hand, atau tangan. Ini menyangkut pada problem kemampuan teknis seorang seniman d...

Majalah "Arti" Tutup Usia

Image
Diambil dari http://www.indonesiaartnews.or.id/newsdetil.php?id=207 oleh Kuss Indarto KABAR tak sedap datang dari media seni. Arti, majalah seni yang kali pertama terbit pada Juni 2008 lalu, akhirnya “jatuh tersungkur” dan berhenti terbit. Setelah terbit selama hampir 3 tahun mengiringi perkembangan dan dinamika seni Indonesia, terutama seni rupa, ternyata Arti masih banyak menghadapi persoalan, baik di ranah internal ataupun eksternal. Berikut ini wawancara singkat Indonesia Art News dengan Doddi Ahmad Fauzie, salah seorang motor penting majalah Arti. Doddi terlibat aktif dalam menggagas kemunculan media ini, bahkan sejak majalah Arti masih bernama Koktail yang menjadi sisipan mingguan di harian Jurnal Nasional, Jakarta. Selama ikut mengelola Arti, posisi sosok Doddi banyak hilir mudik antara bagian redaksional dan manajemen. Berikut hasil wawancara itu: Apa sih penyebab paling elementer hingga Arti harus ditutup? Penyebab paling elementer, sejak saya ditarik dari marketing Art...

Pameran Nusantara 2011 Memanggil Perupa

Image
GALERI Nasional Indonesia (GNI) kembali akan mengelar perhelatan dua tahunan, yakni Pameran Nusantara. Menurut Direktur GNI, Tubagus “Andre” Sukmana, untuk Pameran Nusantara 2011 ini akan menjumput tema “Imaji Ornamen”. Tema ini diajukan demi menantang banyak seniman di Indonesia untuk kembali menengok akar tradisi yang ada di sekitarnya, dan sekaligus mengelola akar tersebut secara lebih kreatif dengan memperhatikan konteks jaman yang lebih mutakhir. (Silakan simak detil keterangannya di bagian bawah dari “News” ini). Pameran Nusantara 2011 ini sendiri, rencananya akan berlangsung pada 19-29 Mei 2011. Masih menurut Andre, pameran ini merupakan tanggung jawab Galeri Nasional Indonesia untuk memberi peluang dan kesempatan bagi para perupa di seluruh Indonesia untuk berperan di venue milik pemerintah itu tanpa semata-mata mengedepankan aspek komersialnya secara ketat. Oleh karenanya, diharapkan aspek keterwakilan (representativeness) dalam pameran ini bisa lebih kuat. Andre mencont...

JAS Laporkan JNM & KPH Wironegoro ke Polda DIY

Image
JOGJA Art Share (JAS) secara resmi telah melapor ke Kepolisian Daerah (Polda) DIY atas kehilangan artefak Merapi yang pernah dipamerkan di Jogja National Museum (JNM). Pelaporan dilakukan oleh H. Totok Sudarto dan Kuss Indarto pada hari Rabu, 16 Februari 2011, dengan nomor laporan LP/25/II/2011/DIY/Ditreskrim, dengan subyek terlapor pihak Jogja National Museum (JNM) dan KPH Wironegoro selaku Direktur Eksekutif JNM. Laporan ini menyebutkan bahwa pihak terlapor diduga telah melakukan praktik penggelapan artefak korban Merapi milik warga dusun Ngepringan, desa Wukirsari, Cangkringan, Sleman, yang dipinjam dan dipamerkan oleh pihak Jogja Art Share. Upaya pelaporan dilakukan dengan disertai beberapa seniman yang terlibat dalam kepanitiaan Jogja Art Share (JAS). Pameran seni rupa bersifat amal yang menyertakan artefak korban Merapi itu sendiri dilakukan pada 10-24 Desember 2010 di JNM dengan menempatkan artefak Merapi pada 6 ruang di lantai 1 gedung pameran JNM. Sementara dua lantai d...

Antara Kolektor dan Kolekdol

Image
Koran Jakarta, Minggu, 16 Januari 2011 Foto: Dian Muljadi (tengah) salah satu kolektor karya seni rupa Indonesia. Sebuah karya yang sebenarnya hanya berharga 15 juta rupiah, tiba-tiba bisa bertengger di harga ratusan juta. Pada akhir 1980-an, lukisan karya pelukis asal Bandung, Jeihan, dibeli oleh Bank Central Asia (BCA) sekitar 100 juta rupiah. Peristiwa itu kemudian menandai munculnya boom pasar seni rupa Indonesia, sekaligus para pemain baru di pasar seni rupa Indonesia yang disebut sebagai Kolekdol. “Kolekdol, mengkolek lalu ngedol atau menjual, orang yang membeli lukisan untuk dijual kembali dalam waktu cepat. Mereka hanya cari untung cepat dari bisnis lukisan ini,” terang Kuss Indarto, kurator lukisan di Galeri Nasional. Terjualnya lukisan Jeihan dengan harga seratusan juta ketika itu membuat para pemilik dana yang sama sekali tidak punya dasar pengetahuan seni lukis, tertarik untuk menjadi spekulan yang menjadikan lukisan tak ubahnya lembaran saham. Ramainya jual beli lukisan, ...