Monday, November 30, 2009

Pameran EXPOSIGNS






Hari ini, Senin, 30 November 2009, aku menyaksikan pameran EXPOSIGNS di gedung Jogja Expo Center (JEC), di Yogyakarta bagian timur. Sebagai salah satu anggota tim kurator dari pameran tersebut, tentu “keterlaluan” sekali aku baru menyaksikan pameran yang aku kuratori. Ya, apa boleh buat? Aku memang tak bisa maksimal terlibat dalam pameran ini.

Sehari menjelang pembukaan pameran, aku harus bertolak ke Bangkok, Thailand, untuk ikut terlibat dalam pameran koleksi Galeri Nasional Indonesia (GNI) di Galeri Nasional Bangkok. Aku berangkat 24 November pagi bersama pak Tubagus “Andre“ Suksmana (Kepala GNI) dan pak Sulistyo Tirtokusumo, Direktur Kesenian, Direktorat Kesenian Departemen Pendidikan Nasional. Di sana sudah menunggu mas Rizki Zaelani, salah satu kurator GNI dan mas Eddy Susilo, Kepala Seksi Pameran GNI. Kapasitasku tentu sebagai salah satu kurator GNI juga. Pameran itu sendiri dibuka oleh duta besar RI untuk Thailand, Mohammad Hatta, mantan politisi Golkar yang sebelumnya lama duduk di DPR.

Aku baru pulang dan sampai Yogyakarta Minggu malam sekitar pukul 22.00 wib. Maka, Senin ini kumanfaatkan untuk menyaksikan hari terakhir pameran EXPOSIGNS. Pameran besar yang melibatkan 550 seniman dan 600 karya seni visual ini banyak menampilkan karya yang kuat secara visual dan gagasan. Memang, tentu, ada satu dua kelemahan pada beberapa karya. Itu wajar dalam sebuah perhelatan besar. Apalagi seperti Exposigns yang untuk sementara ini menjadi pameran terbesar (dalam jumlah kepesertaannya). Biasa!

Secara umum, pameran ini bagus, dan penting untuk melihat potongan kecil penampang perkembangan seni rupa yang berangkat dari “pengaruh” kampus seni rupa, apapun perbedaan yang muncul dari perpektif pemikiran pihak lain. Selamat untuk semua panitia pameran besar seni visual EXPOSIGNS yang telah berkiptah banyak untuk perhelatan luar bisa aini. Salam! 