Posts

Showing posts with the label old master

Seabad Rustamadji

Image
Persis seratus tahun lalu, 19 Januari 1921, Rustamadji lahir di Klaseman, Klaten, Jawa Tengah. Ayahnya, Soegiman Sastroredjo atau Reso Dipo III dan ibunya berasal dari keluarga sederhana. Rustamadji tak sempat mengenyam pendidikan tinggi karena berbagai alasan. Kegigihannyalah yang mampu mewujudkan mimpi masa kecilnya untuk menjadi seniman.  Dia dididik di Sekolah Rakyat (SR) di Ceper, Klaten. Lalu di Tamansiswa di kota yang sama. Sempat juga di Sekolah Persambungan Muhammadiyah di Temanggung, Jawa Tengah. Tapi tidak lulus. Ia ingin mencari sekolah "tanpa ruang kelas" yang lebih membebaskan diri dan akal pikirannya.  Antara tahun 1942-1947 Rustamadji tinggal di Malang, Jawa Timur. Di sana dia memulai membuat gambar dari pensil konte dan krayon untuk memenuhi pesanan orang yang menginginkannya. Imbalannya pun tak mesti berupa uang. Kadang beras, singkong, pisang bahkan ayam. Dia ingin membuktikan bahwa dengan menggambar bisa membuatnya bahagia dan ini bukanlah pekerjaan yang s...

Mengelola Ingatan

Image
"The Lover II", lukisan Rene Magritte yang dibuat tahun 1928. 120 tahun lalu, tahun 1898, di kota kecil Lessines, Hainaut, Belgia, lahirlah sesosok bayi dari rahim perempuan bernama Regina Bertinchamps. (Persisnya sih lahir 21 November 1898). Suaminya seorang penjahit bernama Leopold Magritte. Bayi pertama dari pasangan ini diberi nama: Rene Francois Ghislan Magritte. Beberapa tahun kemudian mereka memiliki tiga anak yang diberi nama depan Raymond dan Paul. Anak pertama Regina-Leopold, kelak menjadi salah satu seniman besar kebanggaan bangsa Belgia, yang populer dengan nama: Rene Magritte. Magritte dianggap sebagai salah satu penganut surealisme meski reputasinya kalah dibanding tokoh besar surealis dunia, Salvador Dali. Oleh sebagian pengamat Magritte justru dianggap sebagai “Godfather of Pop”, setidaknya itu respons yang menguat ketika dia berpameran tunggal di MOMA (Museum of Modern Art), New York tahun 1965. Jasper Johns, Roy Lichtenstein, Robert Raus...

Old Master Menguasai (Kembali)

Image
Akhir Februari 2016, Artprice, lembaga data dan riset pasar seni rupa yang berkedudukan di Paris, kembali mengeluarkan laporan tahunan (annual report). Banyak informasi dan data bertebar di dalamnya. Salah satu data yang selalu ditunggu adalah daftar 500 Besar seniman yang karyanya paling banyak diserap dengan angka penjualan tertinggi oleh pasar selama tahun 2015 lalu—terutama oleh balai lelang di seluruh dunia. Tentu lembaga itu hanya bisa menyandarkan data pada balai lelang karena relatif lebih terukur secara kuantitatif dan terbuka sumbernya. Dari 500 nama seniman sedunia itu, nama­-nama yang sudah mapan seperti Pablo Piccasso, Andy Warhol, Francis Bacon, Mark Rothko, juga Roy Liechtenstein, masih bertahan di level 10 Besar. Sementara Jeff Koon mulai terlempar dari 10 Besar. Tapi posisinya masih lebih baik ketimbang Damien Hirst yang terperosok pada level agak jauh di bawahnya, meski masih masuk 100 Besar. Ini serupa dengan para perupa China yang cukup dominan di level 50 Besa...