Thursday, May 17, 2007

Ketemu Presiden RI 2001


Ini ruang kerja R. Hardi, seniman yang di tahun 1970-an lalu jadi eksponen GSRB (Gerakan Seni Rupa Baru). Aku menemui bapak yang satu ini hari Kamis, 10 Mei lalu untuk ngobrol lagi soal GSRB. Sekarang Hardi menjabat sebagai Presiden SIAN (Seniman Anti Narkoba) yang secara struktural di bawah BNN (Badan Narkoba Nasional), sebuah lembaga bentukan Polri. Dia ngantor tiap hari Senin-Jumat, dengan ritus yang tentu berbeda dengan ruang-ruang sebelahnya yang begitu tertib. Di ruangnya banyak hilir mudik orang yang berkepentingan dengannya. Ada seniman, wartawan, atau perwira Polri, atau mantan pecandu narkoba. Yah, inilah sisi lain yang menarik untuk diintip dari sosok Hardi, yang tahun 1977 lalu bikin lukisan bertajuk "Presiden Indonesia 2001", dan kemudian menjulangkan namanya karena dirinya ditangkap aparat. Maklum, kuku kekuasaan Orde Baru waktu itu mulai hegemonik sehingga aparatus negara begitu sensitif terhadap setiap gerak apapun yang diasumsikan subversif. Tahun-tahun itu ada Peristiwa Malari (1974), lalu pemberlakuan NKK/BKK yang memberangus independensi masyarakat kampus. Tentu termasuk Hardi yang waktu menjadi mahasiswa ASRI (Akademi Seni Rupa Indonesia), sekarang Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta.


Hehehe, sekarang Hardi cukup berbeda. Dia kini memimpin SIAN yang secara struktural berada di bawah Polri, lembaga yang menangkap dan "membesarkan" namanya 30-an tahun lalu. Terserahlah Anda untuk berkomentar. Hmm, di siang yang basah karena hujan mengguyur deras itu, di bilangan MT Haryono, Cawang, aku -- dan beberapa teman lain -- menggelontorkan beberapa gelas kopi juga soto ke perut sembari menyimak Pak Hardi melukis seorang model cantik: Diaz Trie, cewek yang bertubuh sekira 172 cm, 52 kg, berdada 32B.


Haha, lupakan (sementara) GSRB, saudara-saudara!

3 comments:

diditjogja said...

luar biasa liputannya!!
mungkin karena sesama seniman kali ya...jadi om kuss (boleh kupanggil begitu?) punya pertanyaan cerdas untuk sang presiden 2001 ini...

heheheee

salam kenal dari jogja!

tubagus p. svarajati said...

Sudah tua dia rupanya...

kuss-indarto said...

yah, cuma obrolan biasa2 aja dengan pak hardi yang tua tapi masih cukup energik juga. tengkiu telah mampir di pondok ini