Monday, July 13, 2009

200 Kolektor Top Dunia





Majalah Artnews, Amerika Serkat, kembali merilis daftar 200 Kolektor Top Dunia. Tentu ukuran masuknya nama-nama itu berdasar atas kemampuan daya beli mereka dalam mekanisme pasar yang standar terjadi di galeri besar dan rumah lelang dalam kurun waktu setahun terakhir. Ada banyak nama yang kukira merupakan debutan lama.

Sedang dalam daftar Top Ten, cukup mengejutkan, kukira. Ada nama Roman Abrahamovich, triliuner Rusia yang juga pemilik klub sepakbola Chelsea, London. Juga ada nama orang Asia, tentu juragan minyak, Ali Al-Thani. Selengkapnya, untuk Top Ten itu adalah (nama, domisili, bisnis pokok, dan kecenderungan karya koleksi):

Roman Abramovich (London; Moscow, Steel, mining, investments, and professional soccer (Chelsea Football Club), Modern art);

Debra and Leon Black (New York, Investment banking, Old Masters; Impressionism; modern painting; Chinese sculpture; contemporary art);

Edythe L. and Eli Broad (Los Angeles, Financial services and housing development, Contemporary art);

Steven A. Cohen (Greenwich, Connecticut, Hedge fund, Impressionism; modern and contemporary art);

Marie-Josée and Henry R. Kravis (New York; Vail and Meeker, Colorado; Bal Harbour, Florida, Finance and investments, Old Master drawing and painting; Impressionism; 20th-century art; French furniture);

Jo Carole and Ronald S. Lauder (New York and Wainscott, New York; Washington, D.C.; Palm Beach, Florida; Paris, Cosmetics (Estee Lauder), Late 19th- and early 20th-century art, especially German and Austrian; decorative art; medieval art; arms and armor;

François Pinault (Paris, Luxury goods (PPR) and auctions (Christie’s), Contemporary art);

Mitchell Rales (Potomac, Maryland; New York, Tool industry, Modern and contemporary art);

Carlos Slim Helú (Mexico City, Telecommunications, finance, and retail, Old Masters; pre-Columbian and colonial Mexican art; modern art, especially Rodin);

Sheikh Saud bin Mohammad bin Ali al-Thani (Doha, Qatar; London, Oil and investments, Antiquities; Old Masters; rare books; photography; Islamic art; contemporary art).

Apa artinya daftar ini bagi Indonesia? Mungkin sulit untuk mencari titik keterkaitannya. Namun ada hal penting, bahwa publikasi untuk hal serupa sangat sulit didapatkan di Indonesia, sehingga karya-karya tertentu yang penting bagi perkembangan seni rupa di Indonesia sangat sulit untuk dilacak. Ini untuk kepentingan, misalnya, penelitian tentunya.