Tuesday, January 26, 2016

ARAB SOSIALIS



Hari-hari ini, hingga 28 Februari 2016, sebuah pameran seni rupa bertajuk "Time of Other" digelar di SAM (Singapore Art Museum). Di antara 17 perupa yang menggelar karyanya di situ, ada perupa Indonesia bernama Saleh Husein. Dia keturunan Arab, lahir di Jeddah, dan sekarang menetap di Jakarta.

Karya Saleh berjudul "Arabian Party", menempati sebuah ruang. Di situ ada sekitar 90-an lukisan kecil-kecil.yang disatukan, yang subyek rupanya diangkat dari foto dukumentasi. Ada pula sebuah etalase (show case) berisi dokumentasi majalah atau penerbitan lain yang pernah diterbitkan sebelum Indonesia merdeka.

Salah satu dokumentasi penting dan sangat menarik adalah maklumat Partai Arab Sosialis Indonesia yang dinyatakan tahun 1933 oleh ketuanya, Rakib Almoendari. Bunyi maklumat itu sebagai berikut:

Partai Arab Sosialis Indonesia

Bahwa penghargaan kepada kemanoesiaan demi kesedjahteraan oemat manoesia itu sendiri adalah toedjoean dari adjaran Islam, dimanapoen dan kapanpoen manoesia itoe berada, termasoek di Indonesia.

Olehnja, bangsa Arab sebagai bagian dari oemat manoesia kebanjakan, haroes memperjoeangkan kesedjahteraannja sendiri, kesedjahteraan masjarakat di sekitarnya, dengan menggoenakan nilai-nilai Islam jang tidak memaksa, karena tak ada paksaan dalam beragama.

Dengan demikian, adalah sebuah panggilan bagi oemat Arab di Indonesia untuk mendjalankan seboeah tjita-tjita bagi tertjiptanja Partai Arab Sosialis Indonesia, agar bisa terlibat aktif dalam perdjoeangan menoedjoe Indonsia merdeka dan lepas dari tjengkeraman imperialis, demi manoesia Indonesia yang berharkat dan sedjahtera.

Fakta kecil di atas memberi gambaran penting yang selama puluhan tahun tersembunyi, bahwa ternyata orang-orang Arab di Indonesia tidak bisa dipahami dalam satu kotak pemahaman tunggal, yakni orang Islam. Namun ada varian yang menarik yakni "orang Arab yang sosialis meski tetap memegang teguh nilai keislamannya". Anda punya tafsir lain?