Tuesday, September 23, 2014

Warna-warni Ceria setelah 12 Tahun Vakum

Sumber: http://www.mediaindonesia.com/hottopic/read/3918/Warna-warni-Ceria-setelah-12-Tahun-Vakum/2014/09/14

WARNA-WARNA terang dan ceria mendominasi dalam pembukaan pameran lukisan The World of Faizal Revival pada 6 September lalu. Perupa yang sempat menanjak namanya pada era 1990-an tersebut kembali menggelar pameran setelah lama vakum. Sebuah mobil tua diparkir di teras depan Taman Budaya Yogyakarta menyambut setiap pengunjung pameran yang datang. Mobil buatan 1951 tersebut dicat warna-warni oleh Faizal dengan gaya naif yang khas.

Seniman yang pernah mengenyam pendidikan di Fakultas Seni Rupa, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, tersebut memamerkan berbagai karya seni rupa, dari mobil yang dilukis (car painted), dokumentasi pribadi, lukisan, hingga karya instalasi. "Untuk pameran kali ini, saya mempersiapkannya butuh waktu sekitar dua tahunan," kata dia di sela-sela pembukaan pameran yang berlangsung sampai 12 September 2014 ini.

Pameran terakhirnya dilakukan pada 2002. Sejak saat itu, ia meninggalkan dunianya sebagai seorang perupa dan mencurahkan perhatiannya secara penuh kepada sang anak. Keinginannya untuk melukis kembali muncul setelah sang anak menanyakan alasan ayahnya yang seorang pelukis tidak pernah terlihat melukis.

"Ayah kan seniman, kok enggak pernah melukis?" tanya Kenwani Amisani yang saat itu masih berumur 4 tahun, suatu hari di 2007. Pertanyaan sang buah hati itulah yang melecut kesadarannya sebagai seorang perupa. Pria yang pernah meraih Award Medaille du Conseil Generale├é­Prix d'Honneur' France pada 1991 itu pun kembali mengeluarkan kemampuannya sebagai seorang perupa walau diakui agak susah.

Gaya naif

Ia pun menyebut pameran itu sebagai langkah untuk memperkenalkan lagi karyanya setelah sebelumnya jarang menggelar pameran. Gaya-gaya naif khas dirinya pun kembali bisa dinikmati para pecinta seni. Menurut Faizal, semua karya yang dipamerkannya memiliki kesan khusus karena diciptakan setelah lama vakum. Namun, di antara deretan karya yang dipasang, ada dua karya yang menurutnya sangat melelahkan dan yang sangat dekat dengannya."Karya yang paling melelahkan ialah Last Supper after Da Vinci," kata dia.

Satu lagi karya yang sangat berarti dan sangat dekat baginya ialah 12 Portrait of My Daughter. Karya tersebut merupakan lukisan ekspresi anaknya ketika berulang tahun. 

Anaknya tersebut yang menjadi alasan ia vakum dari dunia seni rupa dan yang menjadi alasannya untuk kembali berkarya di dunia seni rupa. Bagi Oei Hong Djien (OHD), Faizal dinilai seorang colorist yang berbakat dalam memilih warna-warna yang harmonis. Faizal menggunakan warna-warna pastel yang cerah, tidak pernah gelap atau murung.

"Faizal menggunakan cat akrilik dan lukisannya selalu ceria, kadang melankolis," terang dia. Senada dengan OHD, Kus Indarto selaku kurator pameran mengatakan karakter karya Faizal merupakan karya seni yang penuh kegembiraan. Banyak tema keluarga yang menarasikan situasi keluarga, seperti yang tengah berwisata, menonton sirkus, dan berlatih naik sepeda. "Aspek bangunan spiritualitas sang seniman tampak sangat dihidupi kehadiran keluarga," kata dia. Kehadiran kembali Faizal saat ini dinilai akan diuji waktu dan kehendak sang pengadil.