Wednesday, November 16, 2016

Apa Itu Maestro?

Apa itu "maestro"? Kata ini kemungkinan besar diserap dari bahasa Italia yang arti sederhananya adalah "guru". Dalam bahasa Inggris berarti "master". Saya kurang tahu persis sejak kapan persisnya kata/lema maestro ini diserap ke dalam bahasa Indonesia. Secara historis bangsa kita tidak banyak berhubungan erat dengan bangsa Italia yang memungkinkan pertukaran atau penyerapan bahasa itu terjadi, kecuali kisah besar tentang kedatangan pelaut Italia, Marco Polo tahun 1292 ke Perlak, Aceh. Beda dengan bangsa lain seperti Belanda, Portugis, Perancis, India, Arab dan lainnya yang lebih lama bersentuhan sehingga berdampak pada masuknya bahasa bangsa tersebut ke dalam bahasa Indonesia.

Dugaan saya, kata maestro mulai diserap dan populer pada paruh kedua dasawarsa 1970-an. Momentum pemicunya adalah ketika seniman Indonesia, Affandi Koesoemah menerima dua penghargaan di Italia pada 19 Maret 1977. Ketika itu, dalam satu kesempatan upacara penuh hikmat di Castello, Sammezano, Firenze, Italia, beliau menerima (1) Hadiah Perdamaian Internasional dari Yayasan Dag Hammarskjöld dan (2) gelar Grand Maestro (Maestro Grande?)

Gelar Grand Maestro inilah yang diduga menjadi titik penting perbincangan dalam pergaulan dunia seni waktu itu. Dunia, dalam hal ini Italia, memberi pengakuan kepada pencapaian kesenimanannya yang layak diberi level Grand Maestro. Publik dan media kemudian menyingkat sebutan itu, antara lain, dengan perkataan bahwa Affandi adalah seniman berlevel maestro. Kata maestro seolah bergeser menjadi punya "nilai rasa" yang berbeda. Bukan sederhana berarti "guru" saja. Dalam situs Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online, kata/lema maestro diartikan sebagai "orang yang ahli dalam bidang seni, terutama bidang musik, seperti komponis, konduktor; empu". Kata maestro dalam KBBI terasa lebih "tinggi" dibanding arti kata asalnya.

Kalau sekarang ada sebagian orang yang dengan ringan menyebut atau membilang orang lain sebagai "maestro", saya secara otomatis berpaling pada ingatan tentang sosok Affandi yang tidak dengan mudah mendapatkan gelar Grand Maestro. Jadi maestro itu tidak ecek-ecek lho. Ah, pasti Anda punya argumentasi yang berbeda dengan saya. Monggo, silakan…