Saturday, June 09, 2007

FKY Krusial

(Ini foto karya Alexis, Coffee Morning, yang lolos untuk dipamerkan di Shout Out)
Minggu-minggu ini jadi pekan paling krusial bagiku dalam menyiapkan pameran seni rupa Shout Out Festival Kesenian Yogyakarta 2007. Rencananya sih pameran dibuka Jumat malam, 22 Juni 2007 di Taman Budaya Yogyakarta. 36 karya telah disiapkan oleh 36 seniman dan kelompok seniman. (Ditambah lagi beberapa karya dari seniman Gerakan Seni Rupa Baru yang menggelar artefak karya yang pernah dibuat tahun 1975-an lalu).

Secara umum sebenarnya aku belum puas dengan hasil seleksi kali ini karena banyak karya yang belum optimal konsep dan penggarapannya. Makanya aku cukup waswas, sehingga harus banyak kontak dengan teman2 seniman agar eksekusi karyanya nanti saat pameran jauh lebih maksimal. Mulai dari displai, material, hingga mempertanyakan ulang judul karya yang menurutku kurang sreg. Moga-moga sih tak dipahami sebagai intervensi yang eksploitatif karena menurutku masih cukup proporsional, dan belum ada suara-suara sumbang dari mereka.

Suara minor memang ada, tapi dari mereka yang tidak lolos. Dan ini lumrah. Aku sering mengalami situasi seperti ini, setidaknya ketika menguratori pameran seni rupa FKY di tahun 2004 dan 2005 lalu (juga 2006 tapi gagal karena gempa). Seperti misalnya sms yang kuterima tanggal 30 Mei 2007 jam 10.20 WIB, dari nomor 081845xxxx. Isinya: "M Kus mgp krya2 SY td msk kriteria SHOUT OUT! Pdhl kary2sy brcrita ttng KEMARAHAN,KTDK ADILAN .KTDKPUASAN DG SGL HAL YG TJD SAAT INI D IND JG LBH2 KERASNY KHDPN NASIB DR SENDRI YG TRAGIS.(APA DSR PENILAIAN ANDA ?) APA DATA SY SUDH ANDA LIAT BNR?). nama pengirim. (Ini kukutip utuh dengan segenap kekeliruan spasi dan tanda baca lainnya, kecuali nama pengirim tak kucantumkan).

Suara seperti ini tak terelakkan. Apalagi situasi kompetitif di Divisi Seni Rupa sengaja aku ciptakan, sehingga upaya untuk saling beradu (dalam ranah positif), mencipta yang terbaik, cukup terasa. Targetku sih gampang dan ringan aja, gimana agar FKY bisa menjadi salah satu alat baca (bukan alat ukur) untuk melihat progres kreatif seniman/anak muda saat ini. Dari sini bisa dimungkinkan untuk melacak penampang kecenderungan sosial, antropologis, sejarah fashion, dan sebagainya. Ya, siapa tahu.

2 comments:

Tubagus P. Svarajati said...

Keep forward!
Do the best and the reward will follow you then....

kuss-indarto said...

Danke, boss! I don't care with the (new) enemy/enemies... haha