Saturday, October 29, 2016

Gatot Indrajati Juarai Kompetisi Seni Lukis UOB 2016

Lukisan "Right or Wrong My Home" karya Gatot Indrajati (Yogyakarta) yang memenangi Kompetisi Seni Lukis UOB 2016 itu.
 
Di salah satu ruang di lantai 12 gedung Ciputra Artpreneur Gallery, Kuningan, Jakarta, sore itu cukup meriah, juga menegangkan. Senin, 24 Oktober 2016, kompetisi seni lukis berlevel nasional, “2016 UOB Painting of The Year” memasuki babak akhir. Para pemenang pun segera diumumkan. Lebih dari 200-an orang berkerumun di ruangan tersebut. Ada panggung putih berbentuk lingkaran, ada giant screen di belakang panggung, yang menjadi pusat perhatian semua tetamu.

Tuan rumah perhelatan ini, Kevin Lam, Preseident Director PT Bank UOB Indonesia duduk di deretan depan dari jajaran kursi yang ada. Juga beberapa punggawanya seperti Maya Makagiansar, dan lainnya. Nyonya rumah sekaligus President Director Ciputra Artpreneur Galery, Rina Ciputra Sastrawinata, berada di sana dengan blazer warna putih. Salah satu petinggi Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif) yang mewakili big boss-nya, Triawan Munaf, tampak juga, duduk berjajar dengan tiga juri kompetisi ini, yakni Agung Hujatnikajenong, Heri Dono, dan Kuss Indarto.

Seremonial puncak dari perhelatan ini tampaknya begitu ditunggu dengan antusias oleh banyak kalangan. Sebagian finalis yang terdiri dari 47 seniman mengabsenkan diri. Para supporter dari finalis tersebut juga tak kalah riuh menghadiri acara ini. Tentu bisa dimaklumi. Tahun 2016 ini atau tahun keenam dari “UOB Painting of The Year” makin memantapkan posisi bahwa perhelatan ini telah rutin menyambangi kalangan seniman seni rupa di tanah air. Tahun ini, tercatat ada sekitar 700 seniman yang mengajukan sekitar 1.200 karya untuk dikompetisikan. Jumlah ini meningkat kurang lebih 15% dari perhelatan tahun 2015.

Seniman di Indonesia pun makin tertarik karena perhelatan ini berjenjang. Tidak sekadar selesai di level nasiona, namun juga berlanjut di level regional atau persisnya Asia tenggara—tentu dengan kepesertaan sesuai dengan keberadaan bank UOB yang ada di Negara-negara Asia Tenggara, yakni Indonesia, Singapura, Thailand, Malaysia, dan Filipina.

Lebih dari itu, para pemuncak atau juara di level Asia Tenggara mendapatkan bonus menarik, yakni mengikuti program residensi seni dengan tinggal dan berkarya selama satu bulan di Negeri Sakura. Program ini memang belum lama, baru berlangsung selama 2 tahun terakhir. Tahun 2015 lalu, sang jawara puncak Angara Presetyo dari Indonesia berpeluang besar mendapatkan kesempatan tersebut. Namun karena berbagai alas an, dia melimpahkan kesempatan tersebut kepada seniman Thailand yang meraih posisi runner up di level Asia Tenggara.

Setelah melewati drama di panggung, dan tentu saja dengan beberapa tahap penjurian selama sebulan terakhir, akhirnya gelar “2016 UOB Painting of The Year” jatuh ke tangan Gatot Indrajati, seniman dari Yogyakarta. Karyanya yang bertajuk Right or Wrong My Home mampu menyedot perhatian tim juri, dan menyingkirkan sekian banyak karya lain. Uniknya, nama Gatot Indrajati pernah memenangi (sebagai juara pertama) di kompetisi yang sama tahun 2011—ketika kompetisi UOB ini baru pertama kali digelar. Namun pilihan tim juri tidak berubah karena pencapaian artistic dari karya Gatot memang layak untuk dipertahankan sebagai juara.

Dengan memakai medium kayu yang dipotong-potong sesuai pola dan bentuknya, Gatot mencoba mengeksplorasi karakter medium yang tengah dijelajahinya tersebut. Kayu yang sudah dipotong itu dilem dan ditempatkan saling tumpuk satu sama lain, dan kemudian diwarnai. Dalam kerangka sebagai kompetisi konvensional, karya Gatot ini masih masuk dalam kerangka penilaian karena seniman ini masih tetap menggoreskan warna dengan kuas seperti layaknya lukisan konvensional. Jadi karya ini bukan relief kayu yang selesai tanpa ada pewarnaan. Inilah nilai lebih karya Gatot. Apalagi ditambah dengan tema yang unik dan cenderung lucu. Seniman ini mencoba membincangkan tema tentang Indonesia sebagai sebuah rumah yang penuh teror, laju konsumtivisme yang pesat, gempuran dan pertarungan peradaban serta berbagai konflik beraam persoalan, namun mampu disikapi oleh masyarakat Indonesia dengan santai, bahkan penuh nuansa humor. Ada banyak kelemahan, namun menutupi kekurangan dalam lingkungan sekitar itu lewat sikap yang ringan meski tetap optimistik.

Gatot dan beberapa seniman peraih penghargaan juga finalis dalam kompetisi ini, sore dan petang itu, langsung menerima hujan ucapan selamat dari tetamu dan rekan seniman, juga wartawan. Mereka, di antaranya, juga mulai “diperhatikan” oleh para kolektor dan gallerists. Kompetisi ini memang memungkinkan banyak hal bagi langkah ke depan para seniman finalis. Maklumlah.

2016 UOB Painting of The Year:
Gatot Indrajati – Yogyakarta – Right or Wrong My Home

Silver Award:
Catur Bina Presetya – Bantul – Monument #2: Membangun Negeri Kuat

Gold Award:
Hono “Sun” Sugeng Nugroho – Bantul – Pribumi dan Keseimbangan

Bronze Award:
Hudi Alfachuri – Bekasi – Identifikasi

Finalis Kategori Professional Artist:
(Nama – Alamat – Judul Karya)

1. Anton Budi Setyawan - Bantul - Lukisan Potret Diri yang Belum Selesai #5
2. Andy Wahono - Bantul - The Puppets Always Silent
3. Andy Firmanto - Yogyakarta - Hutan di Dalam Rumah
4. Arkiv Vilmansa - Bandung - Allah Pemberi Cahaya (kepada) Langit dan Bumi…
5. Bambang BP - Batu - Green Hoping
6. Danang Catur - Bantul - Heroik Ironik
7. Dedy Sufriadi - Bantul - Borderless Series, Peace for Us and Universe
8. Dewa Ngakan Made Ardana - Sleman - 80.000?
9. Didik Widiyanto - Sleman - Safari Batin
10. Eddy Susanto - Sleman - Centhini of Durer
11. Gogor Purwoko - Jakarta Timur - Hi Strory
12. Guntur Timur - Bandung - Talking to the Birds
13. Hidayat Purnomo - Bantul - Mahalnya Aku
14. Indarto Agung Sukmono - Kudus - Balada Si Pohon
15. Irfan Hendrian - Bandung - Image Not Found #1
16. Januri - Bantul - Peace
17. Natisa Velda Anandistya Jones - Denpasar - Sometimes Small But Brave
18. Paul Hendro - Bekasi - Children’s Fantasy
19. Puspa Sakti Pertiwi - Bogor - Bumi Tampak Muka
20. Rocka Radipa - Bantul - Passion Pit (Nascisus)
21. Sujianto - Sleman - Humans Need Green
22. Suitbertus Sarwoko - Magelang - The Hot Nuance
23. Tri Pamuji Wikanto - Bantul - Man Power
24. Ugy Sugiarto - Bantul - Anatura
25. Wayan Kun adnyana - Denpasar - Star War
26. Zusfa Roihan - Bandung - Untitled #11

Most Promising Artist of The Year:
Ignasius Dicky Takndare - Jayapura - Khanikla Mey Moyo Yarate Ate

Gold Award:
Henryette Louise YT -  Bandung - Tulang Warisan

Silver Award:
Agustan - Bone - Syndrome Nomophobia

Bronze Award:
Diana Puspita Putri - Cimahi - Terpaku Berlandas Alasan

Finalis Kategori Emerging Artist:
(Nama – Alamat – Judul Karya)
1. Anis Kurniasih - Surakarta - Utopia
2. Cahyo Nugroho  - Salatiga - Adaberada
3. Chrisna Bayu Septrianto - Bantul - Breakfast
4. Danni Febriana - Cilacap - Hening Diantara
5. Davied “Kha” Kurnianto - Banyuwangi - Modern Teacher
6. Dyan Condro - Tuban - Memugari
7. I Putu Adi Suanjaya  - Bantul - Kaki Tangan
8. Loyong Budi Harjo - Gresik - A Never Ending Chaos
9. Nofrizaldi - Bantul - Pusaran
10. Rangga Jalu Pamungkas - Bantul - Welcome to the Neo Mooi Indie
11. R. Angga Bagus Kusnanto  - Yogyakarta - Surat Kuasa Untuk Tuhan
12. Reza Prastica Hasibuan - Bantul - Aku
13. Suvi Wahyudianto - Bangkalan - Sisa-sisa